Published On:Friday, June 8, 2012
Posted by PD
Ribuan hektare hutan Lebak kritis
Disamping itu juga dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.”Saya kira pendapatan petani meningkat jika mereka menjual hasil tanaman keras itu,” katanya.Ia menyebutkan, lahan kritis milik masyarakat di Kabupaten Lebak tahun ke tahun berkurang dengan gerakan rehabilitasi penghijauan yang dilaksanakan pemerintah pusat, pemerintah daerah dan masyarakat secara swadaya.Sebagian besar hutan yang rusak itu milik masyarakat karena penebangan dengan penanaman tidak sebanding.Selain itu kerusakan hutan akibat tingkat kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan alam masih rendah.”Kami minta warga ke depan jika menebang pohon maka segera kembali menanam agar lahan tidak menjadi kritis,” ujarnya.Dia menjelaskan, jumlah hutan gundul di Kabupaten Lebak 2012 tercatat 11.443 hektare dari sebelumnya 16.000 hektare.Berkurangnya lahan kritis itu karena adanya gerakan penanaman dan penghijauan.Pemerintah daerah tahun 2012 ini menyediakan bibit jenis kayu-kayuan dan tanaman serbaguna melalui persemaian kebun bibit rakyat (KRB) yang dibiayai (APBN) sebanyak enam juta bibit.Dari enam juta bibit tanaman tersebut dari 27 persemaian KBR dan akan dibagikan kepada masyarakat.Penghijauan tersebut juga dilakukan di daerah-daerah tangkapan air dan bantaran sungai yang kondisi nya sudah kritis.”Saya yakin ke depan Lebak menjadi daerah hijau juga terjaga kelestarian hutan dan alamnya,” katanya.
Sementara itu, Sukri (50), seorang warga Kecamatan Cijaku mengaku, dirinya merasa terbantu dengan adanya bantuan bibit tanaman sengon hasil persemaian yang dikembangkan petani.”Kami telah menanam pohon sengon sebanyak 500 batang di lahan milik sendiri,” katanya. (ANT-Tim-one)
Sementara itu, Sukri (50), seorang warga Kecamatan Cijaku mengaku, dirinya merasa terbantu dengan adanya bantuan bibit tanaman sengon hasil persemaian yang dikembangkan petani.”Kami telah menanam pohon sengon sebanyak 500 batang di lahan milik sendiri,” katanya. (ANT-Tim-one)
