Peluang Balon Independen di Kota Tangerang Tipis
Posted by PD | | Posted in Headlines, Politik, Tangsel
Berobat di Klinik Bakal Gratis
Posted by PD | Thursday, June 28, 2012 | Posted in Serang
SERANG – Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (UU BPJS) yang akan berlaku pada 2014, antara lain akan menggratiskan biaya kesehatan kepada warga negara. Pelayanan gratis tersebut juga berlaku di klinik kesehatan. Ketua Umum Asosiasi Klinik Indonesia (Asklin) Eddi Junaidi menyatakan, Asklin harus mandiri sehingga benar-benar siap melaksanakan amanat UU BPJS. “Siap tidak siap harus siap, Asklin harus menjalaninya. Mulai 1 Januari 2014, semua pelayanan kesehatan dasar bagi rakyat Indonesia akan dibiayai negara. Tidak ada kecuali baik kaya maupun miskin,” kata Eddi pada pelantikan pengurus Asklin Provinsi Banten di Pendopo Gubernur, Rabu (27/6). Kata dia, pelayanan kesehatan dasar ada di klinik sehingga harus terintegrasi. “Salah satu program Asklin adalah pelatihan pelayanan kontrasepsi,” ujarnya. Provinsi Banten merupakan daerah kedua yang telah melantik kepengurusannya setelah Jawa Barat. Di Jakarta, kata Eddi, pengurus sudah terbentuk tetapi belum dilantik karena sedang tahap pilkada. “Kita berdiri independen, tidak terlibat dalam politik praktis. Kita tidak ingin pelantikan dimanfaatkan untuk kepentingan politik,” tegasnya.
Ketua Asklin Provinsi dr Muslih menjelaskan, saat ini sedang dilakukan pendataan klinik di Banten. Satu klinik idealnya melayani 7.500 hingga 8.000 orang. Setiap satu tahun akan ada evaluasi kemudian dinilai dan disertifikasi. “Penilaian dari segi pelayanan, gedung, dan sumber daya manusia,” ujarnya.
Wakil Gubernur Rano Karno mengatakan, kewajiban pemerintah adalah mendorong dan menyiapkan fasilitas kesehatan yang memadai. Oleh karena itu, lanjutnya, kesiapan sumber daya manusia dibutuhkan agar UU BPJS dilaksanakan dengan baik. “Untuk mewujudkan masyarakat sehat diperlukan persiapan. Asklin merupakan elemen masyarakat yang langsung mendukung peningkatan layanan kesehatan dasar masyarakat,” katanya. (run/yes/zen)
Ketua Asklin Provinsi dr Muslih menjelaskan, saat ini sedang dilakukan pendataan klinik di Banten. Satu klinik idealnya melayani 7.500 hingga 8.000 orang. Setiap satu tahun akan ada evaluasi kemudian dinilai dan disertifikasi. “Penilaian dari segi pelayanan, gedung, dan sumber daya manusia,” ujarnya.
Wakil Gubernur Rano Karno mengatakan, kewajiban pemerintah adalah mendorong dan menyiapkan fasilitas kesehatan yang memadai. Oleh karena itu, lanjutnya, kesiapan sumber daya manusia dibutuhkan agar UU BPJS dilaksanakan dengan baik. “Untuk mewujudkan masyarakat sehat diperlukan persiapan. Asklin merupakan elemen masyarakat yang langsung mendukung peningkatan layanan kesehatan dasar masyarakat,” katanya. (run/yes/zen)
Gubernur Janjikan Bonus MTQ Di APBD Perubahan
Posted by PD | | Posted in Serang
Serang- Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah berjajnji tetap memberikan uang pembinaan atau bonus bagi peserta MTQ Banten, meskipun daerah itu tidak menjadi juara umum pada MTQ Nasional ke-XXIV di Ambon, Maluku.”Dulu janjinya kalau juara umum masing-masing juara Rp150 juta. Namun karena tidak menjadi juara umum, jadi bonusnya nanti disesuaikan saja di APBD Perubahan ini,” kata Ratu Atut Chosiyah di Serang, Rabu.Ia mengatakan, meskipun Banten hanya menempati posisi kedua karena kalah dengan DKI Jakarta, namun demikian prestasi MTQ Banten perlu diapresiasi dan diharapkan pada MTQ Nasional berikutnya jadi juara umum.
“Provinsi Banten kan baru, tapi luar biasa bisa mengalahkan provinsi lainnya dari 33 provinsi di Indonesia. Ini keberhasilan yang luar biasa dengan upaya dan komitmen bersama para kafilah Banten di bawah pembinaan LPTQ,” kata Ratu Atut Chosiyah seusai menghadiri peringatan satu tahun meninggalnya Tubagus Chasan Sochib, orang tua Ratu Atut Chosiyah.Ia berharap selama kepemimpinannya nanti, Banten bisa menjadi juara umum MTQ Nasional, karena selama ini hasil prestasi yang diperoleh hingga menjadi juara II dan III pada MTQ tingkat Nasional tersebut. Ia meminta Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Banten terus melakukan pembinaan secara optimal bagi qori dan qoriah Provinsi Banten.Sebelumnya Gubernur Banten menjanjikan bonus atau uang pembinaan bagi peserta MTQ asal Banten yang menjadi juara I MTQ Nasional XXIV di Ambon. Uang pembinaan bagi juara I MTQ Nasional tersebut akan ditingkatkan dua kali lipat dari sebelumnya Rp75 juta menjadi Rp150 juta bagi seorang peserta yang menjadi juara satu.Ia mengatakan, pada MTQ Nasional sebelumnya, bagi peserta yang menjadi juara I memperoleh uang pembinaan atau bonus sebesar Rp75 juta, juara II Rp50 juta dan juara III Rp40 juta. Sedangkan bonus bagi juara pertama pada MTQ Nasional ke-XXIV di Ambon meningkat menjadi Rp150 juta, juara II Rp100 juta dan juara III Rp80 juta.(Ant-Tim-One)
“Provinsi Banten kan baru, tapi luar biasa bisa mengalahkan provinsi lainnya dari 33 provinsi di Indonesia. Ini keberhasilan yang luar biasa dengan upaya dan komitmen bersama para kafilah Banten di bawah pembinaan LPTQ,” kata Ratu Atut Chosiyah seusai menghadiri peringatan satu tahun meninggalnya Tubagus Chasan Sochib, orang tua Ratu Atut Chosiyah.Ia berharap selama kepemimpinannya nanti, Banten bisa menjadi juara umum MTQ Nasional, karena selama ini hasil prestasi yang diperoleh hingga menjadi juara II dan III pada MTQ tingkat Nasional tersebut. Ia meminta Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Banten terus melakukan pembinaan secara optimal bagi qori dan qoriah Provinsi Banten.Sebelumnya Gubernur Banten menjanjikan bonus atau uang pembinaan bagi peserta MTQ asal Banten yang menjadi juara I MTQ Nasional XXIV di Ambon. Uang pembinaan bagi juara I MTQ Nasional tersebut akan ditingkatkan dua kali lipat dari sebelumnya Rp75 juta menjadi Rp150 juta bagi seorang peserta yang menjadi juara satu.Ia mengatakan, pada MTQ Nasional sebelumnya, bagi peserta yang menjadi juara I memperoleh uang pembinaan atau bonus sebesar Rp75 juta, juara II Rp50 juta dan juara III Rp40 juta. Sedangkan bonus bagi juara pertama pada MTQ Nasional ke-XXIV di Ambon meningkat menjadi Rp150 juta, juara II Rp100 juta dan juara III Rp80 juta.(Ant-Tim-One)
Perempuan PPP Tolak Rencana Kemenkes Bagi-Bagi Kondom
Posted by PD | | Posted in Serang
Ketika Karir Istri Lebih Gemilang
Posted by PD | | Posted in Opini
Gaji istri lebih tinggi dari suami? Kondisi ini kerap menjadi isu yang sensitif di beberapa perkawinan. Perasaan minder suami, kesibukan istri yang segunung sehingga tidak bisa lagi berbagi tugas mengurusi rumah tangga, kewajiban financial yang mulai lebih bergeser dari istri ke suami dan hal-hal lain yang buat sebagian pasangan bisa menimbulkan riak-riak dalam rumah tangganya.
Bagaimana sebenarnya cara terbaik untuk mensikapi kondisi yang sebenarnya wajar terjadi ini ? Apakah lebih tingginya jabatan dan gaji istri pasti akan selalu menimbulkan masalah dalam rumah tangga ?
Sikap respek dan menyadari peran masing-masing dalam rumah tangga. Biar bagaimana pun tingginya jabatan dan gaji seorang perempuan, saat dia kembali ke rumah maka dia tidak boleh melupakan kodratnya sebagai istri dan ibu. Sadarilah bahwa posisi suami adalah sebagai pemimpin dalam rumah tangga. Begitu pula suami, biar bagaimana pun tingginya jabatan sang istri, tetap saja suami adalah pelindung dan pengayom buat istrinya di rumah. Peran yang seimbang antara suami dan istri ini adalah kunci untuk menghindari ketimpangan perasaan yang timbul dari dalam diri sepasang suami istri.
Arif dalam menyikapi perkembangan yang terjadi. Bagaimana kita sebagai suami istri bisa memandang karir dan gaji pasangan kita tidak dalam satu sisi saja. Toh, istri bekerja juga demi untuk kepentingan keluarga. Kenaikan karir dan gaji istri sebenarnya juga dalam rangka memenuhi kebahagiaan kita berumah tangga. Saling menyadari bahwa kemajuan karir istri atau kemajuan karir suami sangat memerlukan kontribusi dari pasangan masing-masing. Bahwa tidak mungkin karir istri akan melesat sedemikian cepat kalau tidak mendapat dukungan suami, adalah prinsip yang harus selalu ditekankan.
Buatlah rumah kita sebagai tempat privasi kita, dimana karir, jabatan dan uang bukanlah yang terpenting. Tapi kebahagiaan, kesenangan bersama dan kerukunan satu sama lain adalah diatas segalanya.
Bagaimana sebenarnya cara terbaik untuk mensikapi kondisi yang sebenarnya wajar terjadi ini ? Apakah lebih tingginya jabatan dan gaji istri pasti akan selalu menimbulkan masalah dalam rumah tangga ?
Sikap respek dan menyadari peran masing-masing dalam rumah tangga. Biar bagaimana pun tingginya jabatan dan gaji seorang perempuan, saat dia kembali ke rumah maka dia tidak boleh melupakan kodratnya sebagai istri dan ibu. Sadarilah bahwa posisi suami adalah sebagai pemimpin dalam rumah tangga. Begitu pula suami, biar bagaimana pun tingginya jabatan sang istri, tetap saja suami adalah pelindung dan pengayom buat istrinya di rumah. Peran yang seimbang antara suami dan istri ini adalah kunci untuk menghindari ketimpangan perasaan yang timbul dari dalam diri sepasang suami istri.
Arif dalam menyikapi perkembangan yang terjadi. Bagaimana kita sebagai suami istri bisa memandang karir dan gaji pasangan kita tidak dalam satu sisi saja. Toh, istri bekerja juga demi untuk kepentingan keluarga. Kenaikan karir dan gaji istri sebenarnya juga dalam rangka memenuhi kebahagiaan kita berumah tangga. Saling menyadari bahwa kemajuan karir istri atau kemajuan karir suami sangat memerlukan kontribusi dari pasangan masing-masing. Bahwa tidak mungkin karir istri akan melesat sedemikian cepat kalau tidak mendapat dukungan suami, adalah prinsip yang harus selalu ditekankan.
Buatlah rumah kita sebagai tempat privasi kita, dimana karir, jabatan dan uang bukanlah yang terpenting. Tapi kebahagiaan, kesenangan bersama dan kerukunan satu sama lain adalah diatas segalanya.
Pemkot Tangsel Akan Merelokasikan Sekolah SD Jombang
Posted by PD | | Posted in Pendidikan, Tangerang
Tangerang-Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akan merelokasi sekolah SD Negeri Jombang VII, Cilalung, Kecamatan Ciputat, Kota Tangsel.Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Tangsel,Benyamin Davnie, Selasa (26/6).“Kita akan merelokasi ke ruang kelas yang dimiliki pemkot yang berada di samping bangunan SD Negeri Jombang VII. Nantinya, itu akan dimaksimalkan untuk proses daftar ulang siswa dan pendaftaran siswa baru serta kegiatan belajar mengajar yang akan dilakukan siswa-siswi SD Negeri Jombang VII,”ungkap Benyamin kepada wartawan.Benyamin mengatakan, nantinya akan ada jam pagi dan siang untuk menjalankan proses belajar mengajar,“Kita inginkan proses ini tidak menggangu kegiatan belajar mengajar di SD Negeri Jombang VII,”katanya.Benyamin menjelaskan, ahli waris tidak ingin menggugat Pemkot Tangsel untuk menyelesaikan kasus ini sesuai dengan mekanisme yang harus ditempuh, sehingga pemkot pun tidak akan menggugat ahli waris.“Kita tidak akan menggugat ahli waris dalam penyelesaian sengketa lahan ini,”ungkap Benyamin.Sementara di tempat terpisah yakni SDN Jombang VII, para siswa-siswi SDN Jombang VII,mengangkat bangku sekolah yang sudah dikeluarkan ahli waris Senin (25/6). Para siswa yang didampingi Kepala Sekolah SDN Jombang VII mengangkat bangku ke lokasi bangunan kosong di samping gedung sekolahnya tersebut.Kepala Sekolah SDN Jombang VII, Farida Eriyani mengatakan pihaknya bersama siswa-siswi SDN Jombang VII merapihkan bangku, meja, dan lemari yang sudah dikeluarkan ahli waris. “Pukul 07.00 WIB, kita kerja bakti bersama merapihkan ini semua, sambil menerima pendaftaraan siswa baru,”ungkap Farida.Farida mengatakan, penerimaan dan pendaftaran siswa baru masih berjalan seperti biasa, tanpa adanya ganguan terkait masalah persengketaan lahan ini.“Penerimaan siswa dan pemulangan formulir masih berjalan lancar tanpa adanya kendala,”kata Farida.Sementara ahli waris lahan SDN Jombang VII, Erna Sumarni bersama dengan anak buahnya melakukan aksi pemasangan spanduk di depan gerbang SDN Jombang VII dan didalam sekolah dengan bertuliskan ‘Pengumuman Dilarang Memasuki/Menggunakan Area Sekolah Ini Tanpa Seizin Ahli Waris(Alm) H.Nurdin Yahya’ Mohon maaf untuk daftar ulangdan pendaftaran siswa/murid baru agar mendaftarkan dikantor Walikota Tangsel.Tidak hanya spanduk bertuliskan pengumuman larangan namun juga ahli waris memasang spanduk dengan bertuliskan “Tanah Ini Tidak Dijual, sudah cukup pemerintah memakai gratis +26 tahun tertanda tangan Syamsiah atau Popi.Ahli waris SDN Jombang VII, Erna Sumarni menjelaskan spanduk ini dipasang bentuk kekecewaan yang diterima ahli waris dari Pemkot Tangsel. “Kita tidak akan menjual tanah ini, kita akan menggunakannya bisa untuk kontrakan dan sebagainya,”ungkap Erna(Tim-one)
