Headlines

22 Tahun Alumni 17 Serang angkatan 1990 Berlangsung Meriah..

Posted by PD | Tuesday, July 3, 2012 | Posted in

Teman semasa SMU menulis tentang Reuni SMU 17 SERANG Angkatan tahun 1990 Saya yakin tulisan ini dalam rangka menyambut Reuni yang telah di laknakan Pagi Tadi tanggal 1 Juli 2012 di Sari Kuring Indah- Baros sebuah renungan yang saya berharap dapat menjadi dasar mengapa reuni diadakan. Berikut ini tulisannya :

Masa lalu jelas sebuah proses. Dan proses itu bisa bermakna ribuan makna dan kenangan. Bagiku, ketika SMA dulu, kenangan-kenangan itu tetap tak lekang waktu. Kenangan itu tetap hidup mesti rutinitas hidup memakan waktu. . Sejarah adalah kosakata untuk hati kita . Sementara reuni, sekali lagi bagiku, akan selalu menghadirkan putik dan bunga. Reuni adalah kosakata untuk hidup. Engkau mungkin masih bingung, dengan apa yang aku maksudkan. Tapi percayalah, reuni itu bisa berbunga beribu buah manfaat. Buah itu bisa bermakna silaturahmi, jejaringan, paseduluran, dan kekeluargaan. Lautan kehidupan yang telah engkau arungi selama ini adalah bekal untuk reuni. Engkau telah pergi, bahkan terlalu jauh pergi. Engkau seperti telah hilang dalam hitungan seperti tahun yang terus berganti, Dan kini saatnyalah sayap kehidupanmu untuk beristirahat sejenak. Reuni, bagiku, alangkah indahnya ketika menanggalkan baju kita. Ketika bertemu, bagiku, aku tak perlu menyebutmu misalnya dengan kata komandan, pak haji, pak polisi, bu guru, atau apapun jenis bajumu. Baju itu akan menjadi tembok penghalang yang aneh ketika engkau seumpama masih memakai baju itu dalam bereuni. Jadi reuni itu, bagiku akan tetap indah, karena aku berangkat hidup pernah mampir di situ (SMA), dan kerinduan untuk mampir ke situ kembali pasti akan selalu memanggil-manggil kembali setiap saat. Jadi engkau sekarang tahu maksudku bukan ? Ya, ya, aku hanya ingin mengenalmu apa adanya. Pangkat, jabatan, baju yang kau pakai adalah kesemuan yang nyata, kemayaan yang absolut. Aku memang tak ingin memanggilmu, misalnya dengan embel-embel profesimu : pak komandan, pak polisi, pak guru, pak camat, pak lurah, atau apapun itu. Aku hanya ingin mengenalmu dari hatimu, lubukmu, dan sejarah yang telah ku ukir bersamamu. Maka ketika kau telah menanggalkan apapun yang kau kenakan, maka aku ingin lebih intim mengenalmu. Dan sebaliknya, aku ingin berlari menjauh begitu kau mendekatiku, sementara tanganmu menggenggam sekepal pangkat kehidupanmu. Aku memang telah mengenalmu dulu, ketika kurun 1990 Tapi sekarang, ketika berbagai atribut mengelayuti pundakmu, kau menjadi terasa sangat asing bagiku. Kau seperti anak yang baru ku kenal. Aku memang bukan siapa-siapa, dan bukan apa-apa. Dan karena itulah aku juga ingin mengenalmu yang bukan siapa-siapa, dan yang bukan apa-apa. Ya..pangkat, jabatan, kesuksesan .. itulah yang menjadi alasan mengapa seorang teman yang bekerja satu pabrik dengan saya berkata,. Ah malu aku kan aku nggak sukses. Semoga tulisan ini mengingatkan kita tentang reuni, bukan ingin pamer jabatan, kekayaan tapi hanya ingin mengenang 3 tahun bersama, itu saja.

Terima Kasih Berkat dukungan Semua Acara Reuni SMU 17 Serang Berjalan dengan Sukses..! Sarikuring Baros 1 Juli 2012

Yayasan Rofiatun Khasanah Cikande Banten

Posted by PD | Wednesday, June 20, 2012 | Posted in

Kabupaten Serang. Yayasan Rofiatun Khasanah yang beralamat Perum Cikande Permai Blok I I7 / 06 Rt 02 Rw 06 Desa Situterate Kecamatan Cikande Kabupaten Serang Provinsi Banten dengan kode pos 421860 telah memiliki Izin dari Diknas 421.9/1562.DISPEN tertanggal 17 September 2008 dan nomor Induk Lembaga (Nilek) 28103.4.1.0018.35, izin Disnaker Nomor 563 / 2360 / LK / 2008, SK Menku Ham : AHU-5190-AH.01.04 Tahun 2010 serta telah mendapatkan penilaian kategori C untuk Pengelola Lembaga Kursus pada tahun 2010, sampao sekarang baru memiliki mesin jahit sebanyak 28 buah. Yayasan Rofiatun Khasanah dikelola secara langsung oleh Pratikno Wibowo dan Singgih Hidayati yang prestasinya tidak diragukan lagi baik di lomba PTK PNF tingkat Kabupaten Serang maupun tingkat Provinsi Banten.Yayasan Rofiatun Khasanah belum lama ini dapat membuktikan dan mempertahankan predikat sebagai juara pertama mata lomba Managemen Pengelola kursus PTK PNF tingkat Kabupaten Serang secara berturut turut. Hal ini yang membuat reporter www.kontak-banten.com merasa penasaran ingin tahu dan melakukan chek and recheck seperti apa detailnya Yayasan Rofiatun Khasanah Cikande Permai. Kedatangan reporter disambut hangat oleh Pratikno Wibowo dan selanjutnya ia memaparkan secara jelas tentang Yayasan Rofiatun Khasanah (YRH), Kamis(20/5).Dengan santai dan penuh tawa canda Pratikno Wibowo mulai menjelaskan secara detail kondisi, sarana prasarana lembaga, dan prestasi yang pernah diraih lembaganya. “YRH berdiri pada tanggal 27 Oktober 2007 dengan kondisi awal dan sampai sekarang masih kontrak / sewa tempat dengan ukuran 12 x 8 meter. Lembaga ini mendidik dan memotivasi warga belajar menjahit sepatu dan sandal untuk dipersiapkan menjadi tenaga kerja yang trampil, produktif, kreatif dalam bidang industri dan menyalurkan para lulusan ke perusahaan-perusahaan industri di Cikande Maupun di luar Cikande. Melalui Program ini warga belajar akan dibina dan dilatih untuk dapat memiliki Pengetahuan Dasar Tentang Bahan-bahan Produksi dan Jenis-jenis Assesoris Produk, trampil dalam mengoperasikan dan memelihara mesin jahit dan alat-alat kelengkapannya, mengenal macam - macam bentuk komponen sepatu, sandal, tas, Trampil dalam membuat pola dan jahitan dalam berbagai bentuk, trampil membuat macam-macam jahitan mengikuti pola, warga belajar terbiasa menghasilkan bentuk jahitan berkualitas tinggi, dan terbiasa mengoperasikan mesin jahit sesuai konsep 5P. Visi YRH sendiri adalah menjadi pemimpin dalam Mengelola Sumber daya Manusia (SDM) di dunia Industri, menjadi yang terdepan dalam pelayanan Masyarakat dan pengembangan Pendidikan Non Formal , terwujudnya Layanan Pendidikan NonFormal Bagi Masyarakat Luas Yang Demokratis, berkualitas dan Bermartabat serta Misinya adalah memenuhi Kualifikasi pengguna jasa (Pengusaha Industri), mewujudkan model Program PNF yang berbasis kebutuhan masyarakat dan pasar, meningkatan kwalitas tenaga kerja dan kependidikan PNF yang profesonal sesuai kebutuhan Industri, memfasilitasi terwujutnya sarana dan media belajar PNF yang Relevan, mempertahankan keunggulan Pendidikan Nonformal sebagai bagian dari Perindustrian yang sedang berkembang di Indonesia, mewujutkan pelayanan bantuan teknis terhadap program PNF, mewujutkan BPPNF menjadi program PNF yang Inovatif, Kreatif dan Produktif,” kata Pratikno Wibowo yang juga menjabat sebagai Ketua DPC HIPKI Kabupaten Serang.Tujuan pelaksanaan program ini, masih kata Pratikno, ada dua yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum dari Pelaksanaan program pelatihan ketrampilan Kursus menjahit ini adalah untuk meningkatkan ketrampilan, kecakapan peserta didik sesuai dengan bakat, minat, serta potensi lingkungannya. Terlebih pada lingkungan sekitar dimana tingkat ketrampilan menjadi sangat penting sebagai bekal untuk berkarya dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat dan mengentaskan kemiskinan serta meningkatkan kualitas hidup. Tujuan khususnya adalah memberikan ketrampilan, pengetahuan dan sikap yang dibutuhkan dalam memasuki perkembangan dunia kerja atau usaha mandiri dalam upaya memenuhi kebutuhan hidup dalam rangka peningkatan kualitas dan kemampuan dalam bidang ketrampilan menjahit khususnya yang berdaya guna bagi diri dan lingkungannya. Hasil yang diharapkan dari pelatihan ini adalah bagaimana warga belajar berhasil melaksanakan uatu program dengan menggunakan parameter ukur, baik kuantitatif maupun kualitatif. Berkaitan dengan pelaksanaan program. Adapun Training skill yang berbasis Pendidikan Non formal ada dua aspek yaitu kualitatif dan aspek kuantitatif. Aspek Kualitatif Para lulusan mampu memproduksi barang / jasa menjahit dengan kualitas yang baik, mampu membuat analisis usaha dengan ketrampilan dan keahlian yang dimilikinya, memiliki sikap dan etika dalam berusaha. Hal ini ditunjukkan dengan indikator kedisiplinan dalam mengikuti proses pembelajaran. Aspek Kuantitatif meluluskan kurang lebih 90% peserta didik dengan kualitatif yang sangat memuaskan, mampu mendidik lebih kurang 30 orang setiap angkatan, berdasarkan jenis ketrampilan yang diberikan, Terjalin mitra dengan perusahaan-perusahaan dalam hal penyaluran tenaga kerja dari lulusan warga belajar. Sedangkan indikator yang digunakan untuk mengukur keberhasilan dari penyelenggaraan program bagi peserta didik diantaranya adalah Kecakapan hidup dimana warga belajar mampu mengenal diri sendiri, berfikir secara rasional dan dapat mengembangkan eksistensinya secara mantap dan mandiri, dapat menjalin kemitraan serta tanggung jawab, mampu merumuskan konsep-konsep yang dihasilkan dan dapat bermanfaat juga bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah, diharapkan warga belajar dapat memanfaatkan ketrampilan secara profesional baik bekerja maupun usaha mandiri. Kewirausahaan agar warga belajar mampu membuat analisis dan prediksi usaha, strategi pengembangan usaha dan memiliki kemandirian dalam usaha. Upaya Kemitraan terhadap dunia usaha dengan cara menyusun rencana dan membentuk suatu kemitraan dengan beberapa perusahaan yang berada di Banten.(tim-one)

Keturunan Sultan Banten Berkunjung ke Serang

Posted by PD | Wednesday, June 13, 2012 | Posted in

SERANG, (KB).-Seorang keturunan Sultan Abul Mufakir Muhammad Aliudin (1753-1773), Mohamed Faiq Doole (32), berkunjung ke Serang, Sabtu (9/6)atas undangan Ketua Laboratorium Bantenologi IAIN Sultan Maulana Hasanuddin, Mufti Ali. Kedatangan keturunan Sultan Banten yang dibuang ke Sri Lanka itu, disambut iringan musik tradisional rebana dimainkan mahasiswa mengenakan busana Banten. Menurut rencana, Doole akan menjadi tamu kehormatan di Banten selama delapan hari. Antara lain akan menghadiri seminar internasional di Hotel Sari Kuring Indah, Cilegon dengan tema “Revitalisasi Kesultanan Banten di tengah era modernisasi dan globalisasi”.
Seminar yang akan digelar 12 Juni 2012, rencananya dihadiri tokoh-tokoh sejarah, arkeologi dari beberapa perguruan tinggi di Banten.Keliling
Menurut Mufti Ali, jadwal kegiatan lain yang telah disusun panitia, antara lain mengunjungi Ponpes Al Khairiyah Cilegon, Jauharotunnaqiyah Cibeber, ziarah ke Masjid Beji, dan Gunung Santri Bojonegara. Pada hari kedua, tamu dari Sri Lanka itu akan silaturahim dengan Kenadiran Masjid Agung Banten, ziarah ke makam Sultan Maulana Hasanuddin, Keraton Surosowan, Pacinan Tinggi, kelenteng Avalokitesvara, Benteng Speelwijk, makam Aliyudin, Karangantu, Keraton Kaibon, makam Sultan Maulana Yusuf Pekalangan Gede, Masjid Kasunyatan, Masjid Kanari, dan Tasikardi.

Pada hari ketiga, Doole akan tampil sebagai nara sumber di seminar dan hari keempat berkunjung ke Masjid Pangeran Aria Singarajan Pontang, situs purbakala Tirtayasa, makam Pangeran Suniararas, Tanara, dan Kanal Sultan.Kemudian pada hari kelima, Doole akan hadir di acara mimbar budaya IAIN SMH Banten. Selanjutnya, mengunjungi Banten Girang, keliling Kota Serang (Kaloran, Kaujon, Kelapa Dua, Kantor Gubernur, Pendopo Kabupaten Serang, Masjid Agung Serang, Korem 064 Maulana Yusuf, Stasiun Kereta Api Serang, dan Polres Serang.
Hari berikutnya, tamu akan melihat-lihat Museum Banten Lama, salat Jumat di Masjid Agung Banten dan dilanjutkan keliling Kampung Banten. Kemudian 16 Juni 2012 akan mengunjungi Museum Nasional dan Monumen Nasional di Jakarta.

Yayasan Pendidikan Al-Khairiyah Citangkil Cilegon

Posted by PD | Monday, June 11, 2012 | Posted in ,

Serang - Nama besar Al-Khairiyah sebagai sebuah organisasi keagamaan yang berasal dari Banten kian hari sepertinya kian redup. Hal itu nampaknya juga disadari oleh para pengurusnya saat ini. Untuk membangkitkan nama besarnya, Al-Khairiyah harus melakukan transformasi dan adaptasi dengan manajemen mutahir. “Mengandalkan nama besar organisasi, pendiri, dan menyerahkan begitu saja roda organisasi kepada pengurus, hanya akan menjadikan Al-Khairiyah semakin surut eksistensi dan popularitasnya di tengah-tengah masyarakat,” kataketua PB Al-Khairiyah KH Hikmatullah Syam’un dalam sambutannya saat menutup kegiatan Rapat Kerja I PB Al-Khairiyah 2011-2016 di Kampus Pesantren Al-Khairiyah Citangkil, Cilegon, Minggu (25/9/2011). Menurutnya, Al-Khairiyah harus melakukan transformasi atas nilai-nilai dakwah yang diemban, maupun melakukan transformasi secara organisasi.

“Maka dalam kesempatan ini saya menyerukan kepada semua warga Al-Khairiyah untuk mari kita sama-sama bekerja dan berkarya untuk Al-Khairiyah,” katanya.Rapat kerja dihadiri oleh ratusan perwakilan pengurus dari berbagai daerah dan madrasah Al-Khairiyah di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Sumatera Bagian Selatan sejak Sabtu (24/9). Selain diisi oleh sidang-sidang dari sejumlah komisi yang dibentuk untuk merumuskan program kerja, rapat juga menghadirkan sejumlah pembicara dari Kementerian Agama, Pemprov Banten dan Polda Banten.Secara umum hasil rapat kerja menekankan perlunya refungsionalisasi dan transformasi nilai-nilai dasar organisasi di lembaga pendidikan Islam yang didirikan oleh pejuang kemerdekaan di Banten yang sekaligus Bupati Serang pertama, KH Brigjen Syamun, pada tahun 1916, itu. “Lembaga mana, baik pemerintah, maupun swasta, dan yang bergerak di sektor apapun di Banten ini utamanya, yang tidak ada orang Al-Khairiyah didalamnya? Saya rasa hampir tidak ada. Orang Al-Khairiyah ada dimana-mana, dari yang cuma pegawai sampai pejabat bahkan ilmuan. Tapi Al-Khairiyah cenderung surut sekarang. Kuncinya ya itu refungsionalisasi organisais dan memanggil warga Alkhairiyah untuk peduli,” kata Hikmatullah usai acara.Rapat kerja juga menekankan perlunya rekonstruksi nilai-nilai dakwah dan pendidikan di Al-Khairiyah. Disebutkan, metodelogi dakwah Al-Khairiyah saat ini masih sangat konvensional sehingga terkesan selalu ketinggalan, utamanya dalam merespon persoalan-persoalan yang terjadi di masyarakat. Al-Khairiyah dituntut untuk bisa menempatkan diri sebagai organisasi keagamaan yang paling depan dalam mewacanakan isu-isu yang berkaitan dengan persoalan umat secara umum, seperti isu kemiskinan, terorisme, penyelewengan agama, hingga isu kekerasan dalam rumah tangga misalnya.”Dalam periode kepengurusan saat ini, kita juga diamanatkan untuk meletakkan dasar-dasar dari cita-cita berupa terwujudnya Universitas Al-Khairiyah, mengingat sebetulnya sudah sangat layak. Saat ini saja kita punya ratusan lembaga pendidikan mulai usia dini sama perguruan tinggi di berbagai daerah. Pada tahap awal, kami akan mempatenkan dulu brand Al-Khairiyah, agar tidak sembarangan nama Al-Khairiyah dipakai oleh pihak-pihak atau lembaga yang tidak ada hubungannya dengan Al-Khairiyah,” tambahnya.(*)

Pondok Pesantren Daar Istiqomah

Posted by PD | Tuesday, June 7, 2011 | Posted in

Pondok Pesantren Modern DAAR-ISTIQOMAH, yang terletak di Jl Penancangan - Kampung . Kesawon.Kel.Sukawana,Kota Serang merupakan salah satu Alternatif pendidikan pesantren yang ada di Banten,pesantren ini cukup banyak menghasilkan santriyang berprestasi,Pesantren yang dipimpin oleh seorang tokoh santri lulusan gontor ini bernama KH Sulaiman Mara’uf beliua yang merintis pendirian Pondok Pesantren tersebut, pada tahun ajaran 2009/2010 Pesantren ini akan menerima Santri Baru, mari kita lihat sedikit tentang pesantren Muqodimah ini. Anak adalah amanat dari Allah SWT bagi kedua orang tuanya maka menjadi kewajiban untuk mendidik dengan memilih lingkungan serta mengkondisikan agar kelak hidup menjadi generasi yang kuat, kenyataan linkungan masayrakat pada saat sekarang ini pada umumnya telah tercemari oleh pengrusakan,pergaulan bebas,Narkoba dan Gaya Hidup Bebas Dalam hal ini pondok Pesantren ini menyiapkan Langkah bagaimana menciptakan langkah langkah nyata sistimastis dan Kontruktif yang mengarah bagaimana generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan, tidak terlepas bagaimana agar masyrakat bahu membahu dalam mewujudkan cita cita bersama.dengan memadukan pendidikan Pesantren Gontor dan Departemen Agama, ini agar dapat berkiprah dalam Era Globalosasi Zaman tidak terlepas dari Peranan Staff Pengajar yang memeliki dedikasi dan pengalaman di pendidikan susunan dari pengurus Pesantren ini terdiri dari Pimpinan : Drs KH Sulaiman Ma’ruf, Wakil Pimpinan Hj Ma’unatul Hayat, Seketaris Ahsan Al-Muttaqien, S.Pd.I dan di bantu oleh Tata Usaha Yayah Sumayah,Bidang Sarana : Ir Imam Mahdi, Bidang Pengasuhan Santri : Syamsul Hadi S.Sos.I, Kepala MA : Rapiudi,S.Pd,I,kepala MI/MD Dyan wahyu Handayani, ini salah satu pendidikan di Provinsi Banten yang bisa menjadi acuan untuk kalangan santri. (Red)