Sakit Dada Tidak Mesti Sakit Jantung
Posted by PD | Friday, June 8, 2012 | Posted in Kesehatan
Dapat berakhir fatal
Sensasi nyeri dada akibat penyakit jantung koroner bisa bermacam-macam. Biasanya berupa rasa tertindih beban berat, rasa dicengkeram, mual atau enek, rasa panas terbakar, atau rasa tercekik di leher.
Bagian tubuh yang mengalami keluhan itu bisa di tengah dada, ulu hati, juga antara tulang belikat, dengan penjalaran ke lengan kiri, leher dan rahang. Gejala ini awalnya timbul saat penderita melakukan kegiatan fisik yang menguras tenaga.
Keluhan tersebut biasanya akan hilang setelah penderita beristirahat. Namun, bila penyakit pembuluh darah tersebut dibiarkan berkembang, keluhan juga akan muncul di waktu istirahat.
Bertambah beratnya penyakit membuat nyeri dada berlangsung makin lama dan bisa disertai keringat dingin, gelisah, kaki dan tangan dingin, bahkan sampai kejang dan kesadaran menurun. Jika tidak segera mendapat pertolongan medis, kasus ini dapat berakhir fatal.
Angka kematian karena syok kardiogenik ini lebih dari 95 persen.
Kalaupun pasien tertolong, seringkali mengalami gejala sisa berupa
kelainan saraf atau gagal ginjal.
Tes Lebih Dini
Di rumah sakit, penderita nyeri dada akan menjalani pemeriksaan fisik, laboratoris dan foto rontgen. Jika dibutuhkan juga dilakukan
elektrokardiografi dan ekokardiografi. Setelah diperoleh kepastian
adanya penyempitan pembuluh koroner akan dilakukan angiografi.
Sebagai upaya deteksi dini, Dr. Hary menyarankan agar mereka yang
berusia 35 tahun mulai menjalani tes uji latih (treadmill) setiap tahun sekali. Jika memiliki faktor risiko tinggi seperti kebiasaan merokok, diabetes mellitus, dislipidemia (kelainan profil lemak darah), tekanan darah tinggi, riwayat keluarga, sebaiknya melakukan tes itu di usia lebih muda lagi.
Bisa juga dipilih pemeriksaan kombinasi ekokardiografi dan tes uji latih yang disebut stress echocardiography. Cara ini dapat memvisualisasikan segmen dinding jantung yang diduga mengalami gangguan pasokan oksigen.
Pemeriksaan yang tergolong baru adalah Magnetic Resonance Angiography (MRA). Untuk mengetahui area jantung mana yang mengalami gangguan pasokan darah bisa dilakukan pemeriksaan dengan radio isotop Thalium atau Technicium. Teknik invasif seperti katerisasi memang sensitivitasnya hampir 100 persen, tapi sebaiknya dikerjakan hanya bila indikasi lebih positif mengalami PJK.
Keluhan utama
Nyeri dada juga berhubungan erat dengan penyakit paru dan saluran
pernapasan. Contohnya, TB paru (tuberkulosis), bronkitis, pneumonia, asma bronkial, jamur paru, PPOK (penyakit paru obstruksi kronik), penyakit paru kerja, dan kanker paru. Nyeri dada, batuk, dan sesak napas merupakam keluhan utama penderita penyakit pernapasan kronik dan kanker paru ini.
Jerawat, bisul dan luka memar di dada juga bisa menimbulkan nyeri dada. “Herpes zoster menimbulkan nyeri dada yang sangat sakit, kendati belum terjadi kelainan di kulit,” ungkap Dr. Alexander K. Ginting S., dokter dari RSPAD Gatot Subroto.
Rangsangan atau tekanan di pleura parietal (selaput rongga dada juga menimbulkan nyeri dada. Iritasi pada bronkus akibat mengisap asap, debu, dan zat kimia juga sering menimbulkan keluhan nyeri dada seperti terbakar.
Rokok memberi sumbangan yang amat besar untuk terjadinya penyakit
pernapasan kronik serta kanker paru. Telah diketahui bahwa di dalam asap rokok terdapat 63 komponen yang bersifat karsinogenik atau zat penyebab penyakit kanker.
Nyeri dada ternyata juga merupakan gejala khas adanya peningkatan asam lambung dan berbagai asam lambung itu ke tonggorokan. Demikian menurut Dr. H. Syafruddin A.R. Lelosutan, Sp.PD., dari bagian
SubGastroenterologi-Hepatologi Departemen Penyakit Dalam, RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Gangguan itu biasa disebut penyakit refluks
gastroesofageal (PRGE).
Penderita nyeri dada akibat PRGE sebenarnya cukup banyak. Namun, banyak orang lebih cenderung berpikir tentang gangguan jantung dan paru, bila mengalami nyeri dada.
Sebuah penelitian di Orlando, Amerika Serikat, pada tahun 1995 menemukan bahwa PRGE terjadi pada 40 persen populasi orang dewasa. Insiden itu meningkat pada kelompok usia lebih dari 40 tahun dan lebih banyak terjadi pada pria.
Sumber: Senior
Bupati Serang : Jaga Kelestarian Lingkungan
Posted by PD | Thursday, June 7, 2012 | Posted in Kesehatan
Serang - Bupati Serang Ahmad Taufik Nuriman menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat dan seluruh dinas serta perusahaan untuk selalu menjaga kelestarian lingkungan hidup yang ada di sekitarnya. Hal ini berkaitan erat dengan efek pemanasan global yang sedang terjadi saat ini.”Saya meminta tanpa terkecuali wartawan, untuk menanam pohon minimal satu saja. Tujuannya agar wilayah kita kembali menjadi hijau. Kalau nanti wilayah kita teduh dan asri siapa yang diuntungkan. Tentu saja kita juga kan,” katanya dalam sambutannya pada acara peringatan hari lingkungan hidup se-dunia ke-40 tingkat Kabupaten Serang tahun 2012, di halaman SMAN 1 Cikande Rabu, (6/6/2012).Bupati juga mengatakan, sesuai dengan tema hari lingkungan hidup Indonesia 2012, paradigma masyarakat yang harus dibentuk saat ini adalah ekonomi hijau. Tujuannya adalah untuk mencegah dampak buruk yang diakibatkan dari adanya pemanasan global yang terjadi. “Masyarakat saat ini harus pintar dalam menjaga lingkungan hidup. Jika tidak, tentu masyarakat yang akan rugi,” tandas Taufik.Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Serang Hj ratu Tatu Chasanah, Sekretaris Daerah, Lalu Atharussalam Rais, para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Camat, Lurah, dan ratusan warga.Pada kesempatan itu, Sekda, Lalu Atharussalam Rais, memberikan penghargaan kepada 215 perusahaan di wilayah kabupaten Serang berdasarkan penilaian yang dilakukan pihak Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD). Pemberian penghargaan terbagi dalam empat kategori yakni, kategori Baik, sangat Baik, cukup dan kategori kurang.”Perusahaan yang masuk dalam kategori sangat baik itu yakni, PT ABS Industri Indonesia, PT Fadjar Purnama Pratama Inti dan PT Nuansa Bali Cempaka. Sementara yang masuk ke dalam kategor cukup, PT Century Metalindo dan PT Frans Putratex,” katanya.(tim-one)